Cari Blog Ini

Senin, 16 Agustus 2010


Apakah definisi dari musik indie menurut loe?
Sebenarnya menurut gw, musik indie sebagai aliran atau genre musik itu “not even exist” ( tidak ada-red), karena yang disebut musik indie itu adalah untuk membedakan antara yang mainstream dengan indie.

Jadi musik indie adalah istilah untuk membedakan antara musik yang dimainkan oleh musisi profesional dengan musisi amatir.
Tapi yang pasti indie adalah gerakan bermusik yang berbasis dari apa yang kita punya, do it yourself, etika yang kita punya mulai dari merekam, mendistribusikan dan promosi dengan uang sendiri. Walaupun nantinya akan ada perbedaan lagi antara indie dengan D.I Y itu sendiri.

Bagaimana pengkriterian antara indie dengan mainstream?
Umumnya yang dimaksud dengan mainstream adalah arus utama, tempat di mana band-band yang bernaung di bawah label besar, sebuah industri yang mapan. Band-band tersebut dipasarkan secara meluas yang coverage promosinya juga secara luas, nasional maupun internasional, dan mereka mendominasi promosi di seluruh media massa, mulai dari media cetak, media elektronik hingga multimedia dan mereka terekspos dengan baik.
Bagaimana musik indie bisa tumbuh di Indonesia?

Musik indie tumbuh secara natural di Indonesia dan tidak ada yang memungkiri kalau musik rock n’ roll di Amerika sendiri pun tumbuh secara natural walaupun pada awalnya ditentang oleh orang tua dan pemuka agama. Kalau di Indonesia sendiri adalah imbas karena kita mengidolakan band luar. Maka jika kita telusuri, hampir semua band Indonesia adalah epigon dari band-band luar. Mereka mengawali karir mereka dengan membawakan lagu-lagu dari band luar mulai dari Koes Plus, God Bless sampai band-band awal 90an masih sering membawakan lagu orang.
Jadi mengapa mereka ada di situ? Pertama mereka mengidolakan band-band tersebut, kemudian mereka juga menjadi terinspirasi untuk menjadi rockstar. Menjadi rockstar itu menjadi impian hampir semua anak muda dikarenakan oleh apa yang terekspos di media, menjadi rockstar itu nikmat dan menyenangkan. Itu awal benihnya. Tapi mereka juga sadar bahwa ada keterbatasan menembus industri musik di mana ketika sebagai musisi rock yang cenderung ekstrim, mereka akan memainkan musik rock yang mereka sukai.
Jadi otomatis mereka tidak memandang musik rock yang mereka mainkan sebagai sesuatu yang layak dijual karena yang penting menurut mereka adalah idealisme dulu. Setelah itu, diterima oleh industri adalah urusan belakangan.
Sekitar tahun berapa musik indie di Indonesia mulai ada?

Berdasarkan pengetahuan, sebenarnya musik indie atau dulunya disebut dengan underground itu sudah ada sekitar tahun 1970an. Kalau Koes Plus mengawali karirnya dengan langsung dikontrak oleh Remaco, di Indonesia dimulai dengan band-band seperti God Bless, AKA, Giant Step, Super Kid dari Bandung, Terncem dari Solo dan Bentoel dari Malang. Pada saat itu mereka sudah mendeklarasikan bahwa band mereka underground dan informasi ini ada di majalah Aktuil terbitan tahun 1971.
Di dalam majalah itu ditulis bahwa ada Underground Music Festival di Surabaya. Ada sebuah kompetisi antar band yang diwakili oleh God Bless dari Jakarta, Giant Step dari Bandung, Bentoel dari Malang dan Tencrem dari Solo. Mereka berkompetisi dan mungkin inilah cikal bakal dari scene underground atau indie. Dari situ juga mengapa band-band indie banyak berkembang dari kota-kota tersebut, band yang kemudian mewarisi apa yang dilakukan para pendahulu tersebut.

Gania Alianda

Well we are the band with a long-long stupid story u will get fucking bored to read that shit..so here we are were coming to kicking your big ass from our shit music enjoy and keep smiling when you all heard about rosemary c_yaa..

Discography :
  • Disorder of youth (compillation) 1999 revolution records
  • Ticket To Ride (compillation) 2000 spills records.
  • Credit music at [The hoomies] [Second2soul] [Rookie] [play ground] and [Burn] skate video.
  • Beyond good and evil (cd compillation) no label records.
  • Finally our first Album Rosemary brokenboards records 2006.
  • 1st video clip rosemary ( miracle ) 2007.
  • [Part of life] skate video (credit music and Miracle video clip) 2008.
  • Rosemary Repackages album 2008.

ROSEMARY pada bulan September / Oktober 2008 Telah merilis album repackage dari album sebelumnya yang bertajuk "self title" yang berisi 8 lagu dari album sebelumnya + 3 lagu baru, salah satu hits single-nya adalah “Punk Rock Show" yang udah bisa di request di radio-radio di Bandung.

Ardan 20thn LIKE THIS


Diakui acara ini bakalan heboh, tapi..kenyataan mengatakan lain. ROSEMARY beserta band lainnya ALONE AT LAST,CLOSEHEAD,NEMESIS,dll gagal manggung dalam acara Ardan 20thn LIKE THIS, ajang ulang tahun radio ardan yang ke 20thn.
Pihak Ardan menyediakan 3 stage, main stage dimeriahkan oleh Agnes Monica. Dan sayangnya untuk stage outdoor, terpaksa dihentikan karena cuaca hujan yang cukup lebat. begitu hujan reda pun, pihak panitia tidak bisa melanjutkan acara, dengan alasan ijin dari pihak keamanan, SHIT! lagi2 pihak kemanan meragukan kita, kekecewaan jelas terlihat dari para pengunjung yang memang kebanyakan datang untuk melihat perfom band2 yang main di stage outdoor.

Harga tiket yang cukup mahal, kebanyakan mereka membeli dari para calo, yg menjual tiket dua kali lipat dr harga normal. Namun bentuk kekecewaan mereka tidaklah yang diperkirakan oleh pihak keamanan, mereka (para penonton) cukup menerima, dan tidak melakukan tindakan yang merusak apalagi anarkis, untuk itu pihak keamanan tolong lihat dan percayalah pada kami, bahwa kami pun sadar dengan tindakan itu. Tapi kenapa anda melarang kami berpesta menikmati keceriaan..Sekali lagi pihak keamanan telah meragukan kepercayaan terhadap kami. perlahan anda telah membunuh karakter kami..

Kami pun selalu berpesan semua penonton yang melakukan tindakan anarkis adalah bukan bagian dari kami, mereka adalah KAMPUNGAN!!

Minggu, 15 Agustus 2010

FUCK THE SOBEL

Pada awal tahun 2009  terbentuklah satu band yang mengusung aliran melodic punk. Band ini terbentuk karena banyak band indonesia yang hanya mengandalkan kuantitas bukan kualitas! FUCK THE SOBEL berdiri dengan 4 orang personil Prast pada Drum, Adit pada gitar vocal, Ismir pada gitar vocal dan Tatok pada bass vocal. Band yang terbentuk di kota Tangerang ini termasuk unik karena setiap anggotanya berasal dari daerah-daerah yang berbeda. Band ini memulai debutnya dengan membawakan musik band yang telah lebih dulu terkenal seperti Rocket Rockers, Closehead, Blink 182, Netral dan Lainnya. Pada saat ini mereka sedang menyiapkan album yang siap membooming industri musik indonesia dengan single "MOTHER FUCKER TO JAMBRONG". Salute For FUCK THE SOBEL sukses for single dan albumnya.

ALONE AT LAST

Band asal Bandung beraliran emo Alone At Last* meluncurkan debut album mereka yang berjudul JIWA. Bertempat di Common Room yang jatuh pada hari Senin, 24 Maret 2008 yang dihadiri oleh berbagai kalangan media. Alone At Last* memperkenalkan lagu-lagu dari album terbaru mereka yang dihadiri lengkap oleh semua personil, yaitu Yas, Ucay, Ubey, dan Athink. Didampingi juga oleh produser mereka Andhika yang juga turut menyumbangkan suara pada album ini. Mereka (Alone At Last*) menceritakan proses berjalannya album ini mulai dari pembuatan, recording, mixing, mastering, duplicating, dan packagingnya karena sempat terjadi pergantian personil pada posisi gitar. Seperti yang kita tahu pada album E.P terdahulu Sendiri vs Dunia, posisi gitar diwakili oleh Indra dan Bahe. Namun Indra melanjutkan studi di Australia dan digantikan oleh Ucay, sedangkan Bahe keluar di saat proses rekaman berlangsung.

Dengan jumlah personil yang tinggal berempat, dan David sebagai additional guitar serta dibantu juga oleh beberapa musisi dan teman-teman yang menyumbangkan suara, seperti Them**** “JERUJI�, Adi Gembel “FORGOTTEN�, Ucay “ROCKET ROCKERS�, Teguh, Tiara, dan teman-teman yang mengikuti audisi untuk menyumbangkan suaranya di album (Reza,Resa,Ifan,Kirma dan Rizky), Alone At Last* mempersembahkan debut album mereka yang berjudul JIWA. Album ini terdiri dari 13 lagu yaitu:

1. Intro (A Letter From Mars )
2. Backhome
3. Muak untuk Memuja
4. Dear Love
5. S.H.M.I.L.Y.
6. Gadis Kecil Berbisa
7. Taman
8. Jiwa
9. Hold That Rope
10.I Fight All This Tears
11.Sekali Bernyawa
12.Road To E.P.
13.Me, Peace and War

13 lagu tadi adalah lagu –lagu terbaru dari debut album mereka. Penasaran? buruan beli CDnya… Dan kalau mau tahu lebih lengkap tentang Alone At Last* dalam penggarapan album JIWA nantikan interview dengan mereka. Salut buat kalian (Yas, Ubey, Ucay, Athink). KEEP ON EMOKILLA GUYS…..!!!

FORMASI BARU HOMOGENIC MELAHIRKAN ALBUM BARU

HOMOGENIC
Sabtu, 17 April 2010, menjadi hari baik bagi Homogenic untuk mempublikasikan album ketiganya dengan judul "Let A Thousand Flowers Bloom", yang bertempat di Dago Tea House Jl Ir. H. Djuanda.

Formasi baru dari Homogenic memberikan beberapa kejutan bagi penonton yang menyaksikan acara itu. Amanda Syachridar atau lebih dikenal dengan sebutan Manda menjadi pengganti Risa Saraswati sebagai vokalis Homogenic. Selain itu pun Homogenic memasang Gabriel sebagai additional drummer dan Bintang pada perkusi.

Malam itu Homogenic perform dengan tata suara, tata cahaya serta set panggung yang megah. Selain itu pun kostum yang mereka pakai dipadu dengan baik. Warna biru dipakai oleh trio trip-hop ini, dan warna putih dipakai oleh additional playernya.

Disambut dengan intro, para personil pun naik keatas panggung yang kemudian dilanjut dengan 'Utopia' dari album kedua mereka. Para audience pun mulai memenuhi area depan stage yang semula kosong. Dilanjut dengan membawakan lagu-lagu dari album terbarunya 'I'll Be Yours', 'Radio', 'Am I', 'Destiny', 'Something I Can't Hide', 'Happy Without You', 'Weeping Mother Earth', 'Is It Love', 'Yang Terpisah', 'Artificial Humanity', 'Dear Lullaby', tak lupa single pertama dari album terbaru mereka 'Seringan Awan' dibawakan dengan sangat apik. Dilanjut dengan lagu 'Surrealism', 'Senja Berganti', dan selain itu pun lagu dari album pertama mereka 'Taste of Harmony' dibawakan dengan baik.

Suara Manda yang manis dan bright berpadu dengan nada-nada yang diciptakan Dina dan Grahadea serta gebukan drum dan perkusi dari additional player barunya dan dibalut efek visual yang semarak membuat Homogenic malam itu tampil spektakuler.

Beres membawakan lagu terakhirnya yang berjudul 'Sampai Jumpa', Homogenic pun meninggalkan stage, namun audience belum meninggalkan auditorium dan berteriak "We want more! We want more!". Dan akhirnya Homogenic pun kembali ke stage dan membawakan 2 buah lagu sebagai endcore. 2 lagu itu 'Kekal' dan 'Transmutasi' yang di arransemen ulang dengan hasil yang sempurna, menjadi akhir dari event tersebut. Salute for them!